Sekarang ini banyak ditemui slogan ataupun kalimat yang berisikan tentang revolusi industri 4.0. Hal ini merupakan dampak dari ekspektasi beberapa pihak akan tingginya kemajuan teknologi untuk pemanfaatan di segala bidang. Hal ini tidak dapat dipungkiri mengingat bahwa banyak sekali bidang ilmu yang dalam penerapanya harus mengikuti perkembangan teknologi guna meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas.

Beberapa orang tidak menyadari tentang apa itu Revolusi Industri 4.0. Bahkan ada kalanya mereka hanya mengucapkan tanpa mengerti arti dan implementasinya. Revolusi Industri terjadi pada periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia (Ekonomi, Warta (2019-05-07). “Mengenal Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0”. Warta Ekonomi. Diakses tanggal 2020-08-31).

Beberapa oknum tidak mengetahui tahapan Revolusi Industri hingga sekarang yang pada akhirnya didengung-dengungkan sudah Revolusi Industri 4.0. Revolusi industri 1.0 dimulai ketika ditemukannya sistem mekanik berupa mesin uap yang mempermudah pekerjaan manusia, seperti halnya alat untuk produksi kain dan untuk transportasi. Revolusi Industri 2.0 ditandai dengan adanya penemuan tenaga listrik. Listrik banyak digunakan sebagai tenaga dalam industri pembuatan mobil. Tenaga listrik lebih mudah dan murah sehingga dapat menggantikan tenaga uap. Pada Revolusi Industri 3.0 ditandai dengan banyaknya penemuan komputer beserta komponen-komponen penunjang komputer, sehingga proses produksi semakin mudah dan murah dengan sistem otomatisasi. Pada Revolusi Industri 4.0 merupakan peranan penting dari internet, dimana bermunculan sistem berbasis cloud. Sehingga semua pekerjaan dapat diakses dimanapun. Pertukaran data dan pengaturan sistem tidak lagi dengan jaringan wired tapi sudah menggunakan jaringan wireless.

Sekarang sudah tau kan bagaimana perkembangan Revolusi Industri selama ini. Jadi jangan sampai salah mengkategorikan sebuah proses sebagai Revolusi Industri 4.0 atau bahkan 5.0. Masih banyak di kegiatan di Indonesia ini yang belum sesuai dengan Revolusi Industri 4.0. Di sisi lain tidak semua kegiatan dapat disangkutpautkan dengan Revolusi Industri, karena Revoluasi Industri itu pada dasarnya terfokus pada kegiatan industri sedangkan yang kita dengar selama ini hanya bonus dari Revolusi Industri itu sendiri.